Sebagai
filsafat, Pancasila memiliki karakteristik sistem filsafat tersendiri yang
berbeda dengan filsafat lainnya, yaitu :
1. Karakteristik filsafat pancasila yang
pertama yaitu sila-sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang
bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). Dalam hal ini, apabila tidak bulat dan
utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah, maka itu bukan
merupakan pancasila.
2. Karakteristik filsafat pancasila yang kedua
ialah dalam susunan pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan utuh sebagai
berikut.
a.
Sila 1 mendasari, meliputi dan
menjiwai sila 2, 3, 4 dan 5.
b.
Sila 2 didasari, diliputi,
dijiwai sila 1 dan mendasari serta menjiwai sila 3, 4 dan 5.
c.
Sila 3 didasari,
diliputi, dijiwai sila 1, 2, dan mendasari serta menjiwai sila 4 dan 5.
d.
Sila 4 didasari,
diliputi, dijiwai sila 1, 2, 3, serta mendasari dan menjiwai sila 5.
e.
Sila 5 didasari,
diliputi, dijiwai sila 1, 2, 3 dan 4.
3. Karakteristik filsafat pancasila yang
berikutnya, pancasila sebagai suatu substansi artinya unsur asli atau permanen
atau primer pancasila sebagai suatu yang mandiri, dimana unsur-unsurnya berasal
dari dirinya sendiri.
4. Karakteriktik filsafat pancasila yang
terakhir yaitu pancasila sebagai suatu realita artinya ada dalam diri manusia
Indonesia dan masyarakatnya sebagai suatu kenyataan hidup bangsa, yang tumbuh,
hidup dan berkembang di dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar