Minggu, 25 Desember 2016

Perkembangan Berpikir Manusia


       Menurut Comte dalam Sadulloh (2003:114), terdapat tiga perkembangan berpikir yang dialami manusia yaitu: 
    a.    Tingkatan teologis, 
    Dalam hal ini pola berpikir manusia dikuasai oleh tahayul dan prasangka 
      b.    Tingkatan metafisik, 
      Pada tingkatan ini, pola berpikir manusia telah meninggalkan teologis, namun masih berpikir abstrak, masih mempersoalkan hakikat dari segala yang ada, termask hakikat yang gaib juga. 
      c.    Tingkatan positif,
7      d.   Dalam hal ini, tingatan berpikir yang mendasarkan pada sains, dimana pandangan dgmatis dan spekulatif metafisik diganti oleh pengetahuan faktual.
8            Harun Hadiwijono, 1980 dalam Sadulloh (2003:115) zaman positif adalah zaman dimana orang tahu, bahwa tiada gunanya untuk berusaha mencapai pengetahuan yang mutlak, baik pengenalan teologi maupun pengenalan metafisik. Jadi, dikatakan positivisme, karena mereka beranggapan bahwa yang dapat kita pelajari hanyalah yang berdasarkan fakta-fakta, berdasarkan data-data yang nyata yaitu mereka namakan positif. Apa yang kita ketahui hanyalah yang nampak saja. Di luar itu manusia tidak perlu mengetahuinya. Positivisme membatasi studinya hanya pada bidang gejala-gejala.
9      Selanjutnya dapat kita simak pandangan Tohmas Hobbes. Sebagai penganut empiris materialime, ia berpendapat bahwa pengalaman merupakan awal dari segala pengetahuan, juga awal pengetahuan tentang asas-asas yang diperoleh dan dikokohkan oleh pengalaman. Hanya pengalamanlah yang memberikan kepastian. Pengetahuan melalui akal hanya memiliki  fungsi mekanis semata, sebab pengenalan dengan akal mewujudkan suatu proses penjumlahan dan pengurangan. (Harun Hadiwijono, 1980 dalam Sadulloh (2003:115)).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar