1. Teori a priori dan a
posteriori
Pengetahuan a
priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung,
melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman. Menurut Kant,
kriteria pengetahuan a priori ada dua:
a. Idea of necessity (keharusan), misalnya setiap peristiwa tentu ada
penyebabnya.
b. ٍStrict-absolute (benar-benar absolut), misalnya
semua benda memiliki berat. Menurut Kant, ada jenis pengetahuan yang bersumber
dari dunia empirik yang bisa mencapai tingkat absolut karena kebenarannya
mencapai tingkat kepastian.
Sedangkan pengetahuan a posteriori
atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.
2. Analitik dan Sintetik
Pengetahuan diformulasikan dalam bentuk putusan (judgement),
ada dua bentuk:
a.
Putusan analitik adalah putusan
dimana predikatnya ada di dalam subyek, misalnya semua lingkaran adalah bulat.
b.
Putusan sintetik adalah putusan
dimana predikatnya di luar subyek, yaitu sesuatu yang berbeda dari subyek dan
memberikan tambahan terhadap subyek, misalnya semua benda memiliki berat.
3. Obyek pengetahuan
Menurut
Kant, obyek pengetahuan ada dua, yaitu:
a. Nomena, adalah eksistensi yang dinalar akal (intelligible
existence), yaitu sesuatu yang ada di dalam diri mereka sendiri dan
difikirkan oleh akal. Masalah-masalah rasional itu adalah Tuhan, kebebasan dan
keabadian jiwa.
b. Fenomena, adalah eksistensi indrawi dan menjadi obyek
pengalaman dan obyek intuisi indrawi (sensuous existence), bukan sesuatu yang
ada di dalam dirinya sendiri. Fenomena itu berupa materi dan ada dalam realitas
indrawi. Fenomena adalah obyek dari pengalaman yang bersifat mungkin.
4. Sumber pengetahuan
a.
Indera (sense), inilah yang
menyerahkan obyek kepada kita. Tanpa kemampuan indrawi tidak akan ada obyek
yang diberikat kepada kita.
b.
Pemahaman (understanding),
inilah yang memberi kita pemikiran. Tanpa pemahaman tidak akan ada obyek yang
dipikirkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar