Pandangan pengikut aliran konvensionalis menyebutkan bahwa pengetahuan
matematika dan kebenaran didasarkan pada konvensi linguistik. Atau lebih jauh kebenaran logika dan
matematika memiliki sifat analitis, benar karena ada hubungan nilai dari makna
istilah yang digunakan. Bentuk
moderat dari konvensionalisme seperti Quine (1936) atau Hempel (1945)
menggunakan konvensi linguistik sebagai sumber kebenaran matematika dasar yang
menjadi landasan konstruksi bangunan matematika. Bentuk konvensionalisme ini
sedikit banyak sama dengan “ifthenisme” yang dijelaskan di Bab 1 sebagai posisi mempertahankan diri aliran
pondasionis yang sudah kalah. Pandangan ini tetap saja absolutis dan tetap
dapat dikenakan penolakan yang sama.
Filasafat matematika konvensionalis telah
dikritik oleh penulis sebelumnya dengan dua alasan. Pertama, dikatakan disini bahwa aliran ini tidak banyak memberikan
informasi. Terlepas dari penjelasan tentang sifat social matematika, konvensionalisme
hanya memberikan sedikit informasi. Kedua, penolakan dari Quine. Penolakan Quine tidak memiliki alasan kuat
karena penolakan itu tidak dapat dikenakan pada bahasa asli dan dikenakan pada
peran pembatas pada konvensi umum. Sebaliknya dia benar dengan mengatakan bahwa
kita tidak akan menemukan semua kebenaran matematika dan logika yang
dikemukakan secara literal seperti aturan dan konvensi linguistik. Meskipun Quine
mengkritik konvensionalisme terkait dengan logika, dia memandang aliran ini memiliki
potensi menjadi filsafat matematika yang sedikit berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar